Bersama Cegah Kanker melalui Gaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Penyakit kanker menjadi penyebab utama kematian penyakit tidak menular dan telah menjadi beban global yang meningkat setiap tahunnya. Kanker diketahui mengakibatkan 9,7 kematian atau 18,7 persen dari seluruh kematian di dunia. Selain itu, memunculkan 20 juta kasus kanker baru pada tahun 2022. Jenis kanker yang paling sering mengakibatkan kematian, yaitu kanker payudara, leher rahim, paru, dan kolorektal. Kanker di Indonesia menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit stroke dan paru-paru. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami lonjakan hingga 70% sampai dengan tahun 2050 apabila tidak segera dilakukan langkah pencegahan dan deteksi dini.
Kanker terjadi ketika sel-sel dalam tubuh mengalami perubahan sehingga tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Faktor keturunan menjadi salah satunya, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker. Selain itu, paparan zat berbahaya seperti asap rokok, bahan kimia tertentu, dan radiasi juga dapat merusak sel tubuh dan memicu munculnya kanker. Kebiasaan merokok, minum alkohol, jarang berolahraga, dan pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan peluang terkena kanker. Risiko kanker juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena tubuh lebih lama terpapar berbagai faktor risiko dan kemampuan sel untuk memperbaiki diri semakin menurun.
Dampak penyakit kanker tidak hanya dirasakan dari sisi pengobatan yang harus ditanggung pasien, tetapi juga meluas ke berbagai aspek kehidupan lainnya. Kanker dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, hingga kesejahteraan spiritual pasien. Selain itu, keluarga atau pendamping (caregiver) juga turut merasakan beban tersebut, baik secara emosional, sosial, maupun dalam proses perawatan sehari-hari.
Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai strategi gaya hidup sehat untuk mencegah kanker, antara lain:
- Jaga berat badan tetap sehat dan ideal agar tubuh dapat berfungsi dengan baik dan risiko penyakit dapat ditekan.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
- Kurangi konsumsi garam atau makanan tinggi sodium guna menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
- Batasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk mengurangi risiko berbagai penyakit.
- Hindari makanan yang diasap atau dibakar terlalu sering karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan jia dikonsumsi berlebihan.
Oleh karena itu, dengan tingginya angka kejadian dan dampak yang ditimbulkan, penyakit kanker tidak lagi dipandang sebagai masalah kesehatan individu semata, melainkan sebagai tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Deteksi dini tidak hanya meningkatkan peluang kesembuhan, tetapi juga dapat mengurangi beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang ditanggung oleh pasien serta keluarganya. Maka dari itu, keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini menjadi kunci utama untuk menurunkan dampak kanker dan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
