RS PHC Surabaya Kerahkan Tim Medis Tangani Korban Kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura
Surabaya, 10 Agustus 2026 - RS PHC Surabaya berkolaborasi dengan Tim SAR Gabungan dalam penanganan medis darurat untuk menangani korban insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Madura pada Minggu (2/8) pagi. Sebagai Rumah Sakit Rujukan utama dengan akses strategis ke wilayah perairan dan pelabuhan, RS PHC Surabaya mengaktifkan Emergency Crisis Response Team guna memastikan seluruh korban mendapatkan tindakan life-saving, resusitasi, stabilisasi dan perawatan intensif secara maksimal.
Tim Tanggap Darurat RS PHC Surabaya melakukan proses evakuasi terhadap korban pada Minggu (2/8) pukul 23.30 WIB di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Para korban diberikan pemeriksaan oleh Tim kemudian dilakukan proses Triage untuk menentukan prioritas penanganan sebelum korban dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PHC Surabaya.
Hingga Senin (3/8) pukul 00.30 WIB, IGD RS PHC Surabaya telah menerima rujukan sebanyak 9 orang korban evakuasi insiden Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2, yang terdiri dari 8 orang (7 orang dewasa dan 1 anak balita) dirujuk untuk rawat inap dan 1 orang dewasa dilakukan rawat jalan.
Korban bertambah menjadi total 15 orang, yang terdiri dari 11 orang rawat inap dan 4 orang rawat jalan hingga Rabu (5/8). Seluruh pasien tersebut tidak ada yang mengalami luka bakar akibat api, namun mereka mengeluhkan nyeri perut, muntah, vertigo, lemas hingga cedera atau nyeri otot diakibatkan dari upaya penyelamatan diri saat terjadinya kebakaran kapal.
Namun secara keseluruhan pasien sudah diberi penanganan medis dalam proses pemulihan kondisi kesehatan. Hospital Director RS PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, menyebutkan bahwa fisik semua pasien sudah mulai stabil. Ada trauma psikis namun masih bisa berkomunikasi dengan baik. Seluruh pasien diperbolehkan pulang secara bertahap sesuai dengan kondisi kesehatannya dan dapat melakukan rawat jalan mulai Rabu kemarin hingga terakhir pada Minggu (9/8).
Penanganan ini turut ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si. didampingi oleh Kepala Basarnas, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Dirjen Perhubungan Laut, Executive Director 3 Reg 3 PT Pelindo (Persero), Pimpinan KSOP Tanjung Perak, serta Anggota Komisi VII DPR RI untuk memastikan seluruh proses perawatan berjalan maksimal. Dari peninjauan tersebut, telah ditegaskan bahwa pemerintah berkomitmen dalam menangani musibah ini secara menyeluruh, mulai dari proses pencarian dan evakuasi korban hingga pelayanan kesehatan serta perlindungan bagi korban dan keluarga.
